Label

Tampilkan postingan dengan label Kontemplasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kontemplasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Juli 2018

Jelaga Tua

apakah hujan yang membuat kita
tersungkur dalam kemahsyuran
kala kelapangan menyimpan rindu
yang menghujam kala terpejam

apakah dingin malam yang meredam kelam
sang penuntun dalam gelap
hingga kita berdiri tegak menghadap
melindungi dari senyapnya tatap

apakah terik turut menjamu
kehadiran kita yang semu
pun mengukir kilatan memori
senyampang nyawa masih terjaga

nyalakanlah jelaga itu
biarkan segala tanya membara
meski hitamnya mewarnai jubahmu
ku ingin memanja sejenak
dalam jaringmu yang tak sudah

kita ada di sana kawan
di tengah gaungan air dan api
di sudut paralaks ego dan empati
di sangkar minyak kasturi

mungkin kau tlah melupakan
apa yang tak ingin kau ingat
maka kututup rapat-rapat
tak kubiarkan celahnya membuka tabirmu
hingga perjalanan kita usai
dan menunggu tuk kembali
pulang...

Palembang, 19 Juli 2018
- rhariwijaya -

Sabtu, 06 Oktober 2012

Pertemuan Cahaya

Suara itu masih membekas, hati yang bicara lalu memaksanya keluar zona aman untuk melakukan pencarian. Lingkungan tak pernah ramah, apa yang ada mesti ditinggalkan, berharap bisa seperti elang yang melihat gunung dan samudera dalam satu perspektif. Hingga di suatu perjalanan langkahnya terhenti di antara bulan dan bintang, tempat ia mendengar suara-suara malaikat menggema, bersama menyebut Yang Satu.

Selasa, 01 November 2011

Al-Quran Surah Ad-Duha

1. Demi waktu duha (ketika matahari naik sepenggalan),
2. dan demi malam apabila telah sunyi,
3. Tuhanmu tidak meninggalkan engkau (Muhammad) dan tidak pula membencimu,
4. dan sungguh, yang kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang permulaan.
5. Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu sehingga engkau menjadi puas.
6. Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(mu),
7. dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk,
8. dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan.
9. Maka terhadap anak yatim, janganlah engkau berlaku sewenang-wenang.
10. Dan terhadap orang yang meminta-minta, janganlah engkau menghardik(nya).
11. Dan terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur).